”Biarkan Kesenian Tradisi Milik Rakyat”
Usianya masih tergolong muda, sekitar tiga puluh tahunan. Rosnawati, ibu dari dua anak ini begitu cinta menggeluti seni tradisinya. Ia pun sering tampil dalam pentas-pentas kesenian yang marak di Enrekang belakangan ini.
Di tengah banyak sanggar seni di Enrekang, wanita berparas ayu ini memilih bergabung di sanggar seni tradisi Lakarua, milik rekannya yang juga sesama guru sekolah. Katanya, Lakarua dianggap lebih independen dan bisa sejalan dengan prinsipnya dalam mengembangkan kesenian. Apa prinsipnya?
Saat ditemui Desantara beberapa minggu lalu, Rosnawati sempat memperlihatkan kekecewaannya terhadap sejumlah pentas kesenian tradisi belakangan ini. Memang tak salah, ujarnya, bila kesenian ditampilkan dalam pertunjukan-pertunjukan. Tapi dalam menampilkan kesenian itu para pemain seyogyanya banyak berdialog dengan tokoh-tokoh adat dan seniman-seniman kampung.