Profil Pengelola
Mh. Nurul Huda. Lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, anak ketiga dari tiga bersaudara. Setelah menyelesaikan studi dari SD, MTsI, dan MAN I di Bojonegoro, dan mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren “Al-Rasyid”, Kendal, Dander, di kota yang sama, lalu melanjutkan belajar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta, sebelum akhirnya menyelesaikan studi di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Kini duduk sebagai anggota perkumpulan Tankinaya Institute. Bisa dihubungi lewat email di: mhnurul.huda@tankinaya.org
Imam Samroni said
Inspiratif, mencerahkan, dan blog yang “somah”. Trims
Mh. Nurul Huda said
terimakasih mas imam atas kunjungannya…
Muklis said
Ide yang cerdas, kita bisa bertukar pikiran lewat media ini. Tapi bgm caranya untuk ngisi tulisan disini, apa hanya sahabat Huda saja yang boleh nulis. Dan kalau bisa saya berharap bisa disambungkan ke email saya.
Salam
Mh. Nurul Huda said
Muklis, anda boleh menulis di blog ini. Untuk sementara waktu, ruang yg tersedia memang hanya untuk tanggapan. Tapi yakinlah anda bebas menulis di sini. Thax atas kunjungannya
adhin said
salam….,terima kasih atas kesempatan yang langka ini
saya mahasiswa UMY tingkat akhir yang sedang berusaha menyelesaikan tugas akhir yang berkaitan dengan politik pencitraan SBY, apakah bang nurul huda dapat menunjukkan referensi teori yang sesuai dengan masalah diatas, terima kasih atas kesediaan membantu
salam
Mh. Nurul Huda said
Adhin, anda mungkin bisa pake analisis wacana.
Malik said
blogmu keren bung isinya juga keren.
suwe ora jamu jamu duren godok
suwe ora ketemu, ketemu keren ning jero blog. he he he pantune wagu
salam dari Bangkok. moga kita segera ketemu lagi
Mh. Nurul Huda said
Lik, aku juga punya pantun singkat.
*
suwe ora jamu, awakku pegel kabeh…*wis, namanya jg pantun singkat
kapan km balik ke Ind? kita kongkow-kongkow lg lahhh…
ndahh wq said
jadi suka bgt sama filsafat..n emg lmyn ngebantu jd ref tugas2 d fikom..hi3..
Mh. Nurul Huda said
Indah, trim kunjungannya. Filsafat itu menarik, hanya dan sepanjang kita terus bersentuhan dan disertai rendah hati berhadapan dg realitas, dan tentu saja terlibat di dalamnya. Kalo nggak, filsafat hanya akan jadi fosil.
btw, pengalaman km dishare di sini dongg…
astar said
assalam…pertama saya buka blog-nya mas Huda, asyik banget gto loh:) begini mas, saya sedang berencana nulis buku ke dua soal Budaya Pop di Indonesia. kebetulan buku pertama saya berjudul “Matinya Dunia Cyberspace” telah terbit (2005) sedikit banyak menyangkut tema2 pop culture yang sedang hangat dibicarakan. utk rencana buku ke 2, saya sudah mengkerangkanya menjadi sekitar 6 bab. mungkin sampeyan py pandangan2 tertentu tentang Budaya Pop di Negara kita, boleh dong saran2nya. Trims…salam kenal
Mh. Nurul Huda said
Salam kenal juga mas Astar… senang sekali punya temen penulis buku seperti anda. jadi penasaran pengen baca pasti isinya juga asyik banget gito loh hehe…
Saya punya usul, tapi bukan saran loh ya, gimana kalo mas Astar bikin sebuah monografi, penelitian etnografis ttg salah satu budaya pop di sini. Saya pernah baca monografinya Lono Simatupang judulnya “Dangdut is Very Very Indonesia”. wah asyik banget mas, sumpah! Lono cerita soal musik Dangdut yg menurutnya jadi sarana ekspresi nasionalisme kultural di mata penguasa Orde Baru. Wah top banget mas.
Atau mungkin monografi tentang life style berjilbab di kalngan kelas menengah muslim di Indonesia… mungkin jg menarik mas. Nanti mas Astar masuk ke ekonomi politiknya…
Gitu aja mas. Thanks kunjungannya
peyek said
enak dibaca, salam kenal!.
Mh. Nurul Huda said
Thanks, salam kenal juga.
papabonbon said
mas yudha, kita ketemu lagi, selepas jamannya masarcon.multiply.com berlalu … sekarang, salam kenal dengan papabonbon
Mh. Nurul Huda said
hehehe… anda memng peselancar yg hebat
lahas hh said
semua komentar isinya memuji. tp memang meggang bgt kok.
Mh. Nurul Huda said
kata Thukul, pujian itu teror heehe
arief said
salam kenal mas,wah isinya top…
punya bukunya bourdieu gak ?sy pengen banget pelajari dia.
kalo ada boleh dong copy…
thx.
Mh. Nurul Huda said
* buat mas arif: di perpustakaan banyak mas.
*buat bung fandi: matur suwun..:)
Amsar A. Dulmanan said
Topik dan tema, isuenya dikembangkan, minimal aktualitasnya gak kedodoran alias telat gitu. Seperti pertentangan tentang sastra atau budaya liberal/pornois.
Mh. Nurul Huda said
Thanks mas Amsar… Bukankah tulisan2 terakhir sudah melampaui perdebatan sastra itu..
aanmansyur said
keren nih blog… salam kenal!
isma said
menyapa mas huda, dibimbing blognya mas haisa… kalo saya menyebut buku maya untuk blog ini. salam kenal ya…
aal said
Mas, boleh ngelink blog ini gak? Thanks and salam kenal dari Jogja.
alfani said
sudah lama saya denger ente punya blog, tapi baru kali ini sempet buka. kunjungi blog aku ya di http://www.alfannymovement.blogspot.com
sonny saragih said
met kenal.
Apa kita bisa saling ngelink?
tq
edhenk said
sip
dony said
asyik pak…
salam kenal