Home » Fragmen Budaya di Media Massa » Indonesia Perlu Me-reinventing Tata Kehidupan Baru

Indonesia Perlu Me-reinventing Tata Kehidupan Baru

Arsip

Sumber: Kompas Cybermedia, 03 Maret 2007


Laporan Wartawan Kompas Erwin Edhi Prasetyo

YOGYAKARTA, KOMPAS–Bangsa Indonesia perlu me-reinventing atau menciptakan tata kehidupan yang baru berdasarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan pengalaman dari tradisi yang lama yang baik dan berguna. Hal ini akan menjadi modal dasar untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik dan manusiawi.

Hal itu dikemukakan budayawan dan penyair WS Rendra saat menyampaikan pidato kebudayan pada acara peresmian Pusat Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (3/3) di Yogyakarta. Si Burung Merak menyampaikan pidato berjudul “Tradisi dalam Kebudayaan”. Hadir pada acara ini, antara lain Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Rektor UGM Sofian Effendi, dan penyair Taufiq Ismail.

 

Rendra mengungkapkan, banyak contoh kebaikan dan kebijaksanaan dari tradisi masa lalu yang bisa diolah kembali untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini. Salah satu yang bisa menjadi contoh adalah hukum adat.

 

Ia mengungkapkan, masyarakat yang memiliki hukum adat yang kuat justru sulit ditundukan oleh kekuatan-kekuatan asing, meskipun kekuatan asing itu lebih maju dari berbagai hal. Hukum adat juga mampu membuat kohesi bangsa lebih kuat dibanding dengan keadaan sekarang.

 

“Daulat hukum adat yang kuasanya lebih tinggi dari pemimpin, ternyata sangat ampuh sebagai sumber daya tahan dan daya hidup suatu bangsa, ini contoh kegunaan positif dari tradisi,” katanya. Ia mencontohkan, dengan kekuatan hukum adat, Bali baru bisa ditaklukan Belanda pada tahun 1910.

 

Namun, menurut Rendra, meskipun ada konsensus politik nasional untuk menghidupkan kembali hukum-hukum adat di daerah-daerah, tetap hal itu sulit dilakukan. Sebab, sejarah tidak bisa berulang. Karena itu, yang diperlukan bukan pengulangan, melainkan reinventing atau menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan kebijaksanaan dan pengalaman dari tradisi yang lama yang baik dan berguna.

 

Diungkapkan, lunturnya hukum adat yang dirusak sejak zaman penjajahan Belanda dan berlanjut pada kepemimpian era Presiden Sukarno, dan Presiden Suharto, telah mengakibatkan cairnya hohesi bangsa di daerah–daerah. Munculah kerusuhan antar golongan, agama, seperti di Ambon dan Poso.

 

Rendra mengungkapkan, Bali yang hingga kini tetap memegang teguh hukum adat terbukti mampu melewati berbagai batu ujian atas tragedi kemanusiaan, pengeboman. Bali dengan kekuatan hukum adatnya mampu dengan baik menjaga kohesi dalam masyarakat. “Mereka bisa berdamai dengan malapetaka dengan terhormat dan beradab,” ujarnnya.

 

Diungkapkan Rendra, di dalam masyarakat suku bangsa yang hukum adatnya lebih tinggi kedudukanya dari penguasa, rakyatnya lebih punya kepastian hidup karena dijamin oleh kepastian hukum. “Kohesi masyarakatnya lebih kokoh karena bersifat ‘dengan sendirinya’ dan sukarela,” ujarnya.

 

Sultan Hemangku Buwono X dalam sambutannya mengungkapkan, kini saatnya bangsa Indonesia mengukuhkan persatuan dan kesatuan yang tidak sekedar tawar menawar politik, tetapi dengan tawaran budaya. Sultan juga mengungkapkan, perlunya dialog antaretnik agar terjalin “serat-serat” yang kembali mengukuhkan ke-Bhineka Tunggal Ika-an.

 

Selain itu, perlu pemulihan hak-hak masyarakat lokal dalam mengakses sumber daya ekonomi lokal. “Sejarah telah membuktikan bahwa hidup dalam multikulturalisme yang penuh toleran dan saling menghargai dapat menjadi sumber kemajuan,” ujarnya. []

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pengunjung

  • 170,489 hits

Kalender

March 2007
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

“Quotation”

"Invented traditions have significant social and political functions... The intention to use, indeed often to invent, them for manipulation is evident; both appear in politics, the first mainly (in capitalist societies) in business." (Eric Hobsbawm, The Invention of Tradition, 1996)

Peta Pengunjung

Top Clicks

  • None
%d bloggers like this: