Home » Politik Budaya » Hari Pertama: Barongsai, Musik Dangdut dan Ketoprak Ramaikan Aksi Bersama Gebrak Lapindo

Hari Pertama: Barongsai, Musik Dangdut dan Ketoprak Ramaikan Aksi Bersama Gebrak Lapindo

Arsip

Warga pengungsi di Pasar Baru Porong tidak melulu tenggelam dalam kesedihan. Mereka terus menyuarakan hak-haknya yang dirampas dan tetap memompa semangat melalui panggung pagelaran kesenian tradisional rakyat.

 Siang kemarin, Senin, 20 Agustus, misalnya, warga pengungsi dihibur oleh penampilan Grup Barongsai Dragon milik Pendeta Nugroho, di Sidoarjo. Penampilan Barongsai ini juga diselingi dengan happening art berupa sosok patung kepala Aburizal Bakrie, pejabat pemerintah dan Lapindo yang telah menyengsarakan warga korban lumpur Lapindo dan tidak bertanggung jawab memenuhi kewajiban mereka memberi ganti rugi “cash and carry” kepada para korban. Setelah sosok-sosok ini dikejar-kejar oleh ular Barongsai, lalu kepala mereka dibentur-benturkan di atas tanah sebagai balasan terhadap para penindas rakyat dan korban lapindo.

 Usai beberapa menit kemudian, iring-iringan Barongsai dan warga ini berjalan menuju tanggul penghalang di sekitar luapan lapindo yang jaraknya sekitar 1 km. Mereka menggelar atraksi dan tarian Barongsai sepanjang tanggung hingga akhirnya kembali ke tempat penampungan pengungsi di Pasar Baru Porong. Di halaman penampungan itu atraksi Barongsai masih dimainkan secara atraktif.

 Panggung hiburan rakyat ini memperoleh perhatian banyak penonton, baik warga korban Lapindo di Pasar Baru Porong maupun warga lain yang berdatangan dari sekitar desa.

 Penonton terus memadat terutama saat grup musik Dangdut “Dewata” milik Pak Rustam yang juga menjadi korban lumpur Lapindo dan tinggal di tempat pengungsian itu, tampil sekitar pukul 15.00 WIB. Penonton muda-mudi, anak-anak dan dewasa nampak menyemut di sekitar panggung dan ikut bergoyang menikmati alunan musik yang dipimpin oleh Cak Bagong sebagai MC ini.

 Dalam setiap jeda lagu, Cak Bagong terus memompa semangat warga korban Lapindo agar tetap memperjuangkan hak-haknya. Kecaman juga dilontarkan kepada keluarga Bakrie yang sampai saat ini tidak memenuhi tuntutan warga korban lumpur Porong, yakni ganti rugi berupa “cash and carry”. Karena itu warga pengungsi di Pasar Baru Porong diharapkan tak menyerah untuk menyuarakan tuntutan-tuntutannya itu.

 Malam harinya Ketoprak Ganesa Tiwikrama giliran naik pentas. Grup kesenian yang datang dari Kota Kediri ini membawakan lakon “Sayembara Joko Baru Klinting”. Gelar pertunjukan kesenian rakyat ini adalah bagian dari kepedulian dan dukungan kepada warga korban lumpur Lapindo di Porong untuk menuntut hak-hak ekonomi, sosial dan budaya mereka yang telah dirampas oleh pihak Lapindo. [Tim Gebrak Lapindo]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pengunjung

  • 170,489 hits

Kalender

August 2007
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

“Quotation”

"Invented traditions have significant social and political functions... The intention to use, indeed often to invent, them for manipulation is evident; both appear in politics, the first mainly (in capitalist societies) in business." (Eric Hobsbawm, The Invention of Tradition, 1996)

Peta Pengunjung

Top Clicks

  • None
%d bloggers like this: