Home » Politik Budaya » Warga Pengungsi Sampaikan Unek-uneknya di Tengah Panggung Ketoprak

Warga Pengungsi Sampaikan Unek-uneknya di Tengah Panggung Ketoprak

Arsip

Inilah uniknya bila ketoprak mentas di arena pengungsian korban lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo. Malam kemarin, Senin, 20 Agustus, pukul 20.00 WIB, di tengah-tengah pagelaran grup ketoprak Ganesa Tiwikrama asal Kota Kediri, yang berlakon “Sayembara Joko Baru Klinting” ini perwakilan korban menyampaikan unek-uneknya kepada pemerintah.

Salah seorang pengungsi menceritakan bagaimana dirinya dan sejumlah tetangga desanya dulu dibohongi oleh kepala desanya mengenai pembelian tanah yang kini dimanfaatkan untuk pengeboran gas milik Lapindo itu.

“Dulu katanya tanah itu dibeli untuk keperluan ladang peternakan. Eh, ternyata untuk pengeboran gas. Kami merasa dibohongi. Sekarang malah kejadiannya seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria berkumis ini menantang Presiden SBY agar datang langsung ke tempat pengungsian dan melihat kondisi para pengungsi yang menderita akibat ditenggelamkan harta benda dan terusir dari tanah leluhurnya.

“Kalo Presiden SBY mau datang ke sini (Pasar Baru Porong, Red.) ya silahkan. Kami menyambut secara terbuka. Tapi dia juga harus bisa menyelesaikan masalah ganti rugi kami ini, kalo nggak, biar saya saja yang jadi presiden,” ujarnya. Kontan saja pernyataan ini disambut tepuk tangan warga dan penonton yang memadati sekeliling panggung ketoprak.

Setelah melontarkan tuntutannya, neberapa saat kemudian perwakilan warga ini turun panggung diiringi oleh Cak Jambul yang malam itu sempat melontarkan banyolan yang membuat penonton tertawa ger-geran.

Lakon “Sayembara Joko Baru Klinting” adalah cerita tradisional rakyat yang mengambil setting sosial-politik Kerajaan Pengging. Alkisah, Kerajaan Pengging tertimpa bencana banjir bandang yang menenggelamkan seluruh isi kampung. Bencana ini disebabkan ulah para penguasa dan antek-anteknya yang korup dan menindas. Tak satu pun orang yang bisa menyelamatkan dan menghentikan banjir bandang itu kecuali Joko Baru Klinting yang hidupnya sering dikuyo-kuyo, dihina dan disepelekan, namun yang memiliki sifat jujur, baik hati dan pembela kebenaran sejati.

Kisah ini diharapkan bisa memberi inspirasi bagi warga korban Lapindo untuk terus menegakkan kebenaran dan meluruskan penguasa dan antek-anteknya yang lalim dan menindas. [Tim Gebrak Lapindo]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pengunjung

  • 170,489 hits

Kalender

August 2007
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

“Quotation”

"Invented traditions have significant social and political functions... The intention to use, indeed often to invent, them for manipulation is evident; both appear in politics, the first mainly (in capitalist societies) in business." (Eric Hobsbawm, The Invention of Tradition, 1996)

Peta Pengunjung

Top Clicks

  • None
%d bloggers like this: