Home » Pernyataan » “Resolusi Kebudayaan”

“Resolusi Kebudayaan”

Arsip

Pernyataan
“RESOLUSI KEBUDAYAAN”
Pesantren Babakan Ciwaringin dan Seniman Tradisi Se-Cirebon

 

Bismillahirrahmanirrahim

Pada hari ini, Sabtu, 8 September 2007, kami menggelar Festifal Kebudayaan yang bertajuk “Dialog Pesantren dan Seni Tradisi” di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon. Berbagai kesenian pesantren dan seni tradisi tampil dalam festival rakyat ini.

Bagi kami festival kesenian dan kebudayaan rakyat ini bukanlah sekadar seremonial belaka. Adalah sebuah kekeliruan bila kita memandang berkesenian dan berkebudayaan hanya sekadar tampil menyanyi dan menari di atas pentas. Apalagi sekadar dinilai sebagai seremoni dan permainan yang dibatasi oleh aturan-aturan estetika tertentu.

Berbagai fakta sosial memperlihatkan, kesenian dan kebudayaan adalah bagian dari masyarakat dan memiliki peran penting dalam perubahan sosial. Berkesenian adalah ekpresi diri manusia dalam menghayati kehidupan baik dalam suka, duka dan nestapa. Berkesenian dan berkebudayaan adalah ruang kebebasan diri manusia, ruang dimana individu, kelompok dan komunitas bergulat untuk meraih kehidupan yang bermartabat dan lebih manusiawi.

Demikian halnya dengan ekspresi berkesenian yang kini ditampilkan oleh para seniman pesantren dan seniman seni tradisi di Babakan, Ciwaringin, Cirebon. Ia adalah ekspresi diri dan komunitas kami,ekspresi senang, sedih dan juga kegalauan kami.

Kami senang dan bangga karena kami mampu mengambil peran yang bermanfaat bagi sesama manusia. Kami juga bersyukur meskipun kami dalam keberagaman kami bisa bertegur sapa, berdialog, dan hidup berdampingan sebagai sesama hamba Tuhan. Karena inilah watak kebudayaan kami.

Tetapi kami juga galau, sebagai masyarakat bawah kami selalu dimarginalkan oleh berbagai kekuatan yang justru anti kebudayaan dan anti kemanusiaan.

Proyek Jalan Tol yang rencananya hendak membelah kawasan pesantren Babakan Ciwaringin, menurut kami, adalah salah satu tindakan yang anti kebudayaan dan anti kemanusiaan itu. Bukan soal pembangunan fasilitas publik itu (yang sesungguhnya juga milik privat pemodal), melainkan karena pembangunan itu mengancam kehidupan sosial budaya masyarakat. Masyarakatlah yang akan memikul beban, sementara pihak-pihak eksternal dan pemodal, hanya bernafsu mengeruk untung sebesar-besarnya tanpa mempertimbangkan derita dan nestapa kehidupan rakyat.

Oleh karena itu, bersama ini kami menyatakan sebuah resolusi sebagai berikut:

1. Menuntut kepada pemerintah pusat dan propinsi untuk mengevaluasi kembali proyek pembangunan Jalan Tol yang jelas-jelas anti kebudayaan dan anti kemanusiaaan. Terbukti proyek itu mengancam kehidupan sosial budaya masyarakat Babakan Ciwaringin, khususnya di lingkungan pesantren yang kini menjadi situs pertemuan sosial dan kebudayaan.

2. Menuntut kepada pemerintah untuk menghentikan kebijakan-kebijakan pembangunan yang tidak pro-rakyat, merusak situs sosial, budaya dan agama masyarakat, apalagi dengan menjadikan masyarakat sebagai korban pembangunan.

3. Mengajak para kiai, tokoh agama, budayawan, seniman dan massa rakyat untuk bersikap kritis dan membangun solidaritas sosial, politik dan budaya bersama guna menolak tindakan-tindakan anarkhi dan berbagai teror kebijakan pembangunan yang diarahkan untuk merusak tatanan sosial-budaya dan mengorbankan masyarakat bawah.

Pesantren Babakan, Ciwaringin, Sabtu, 8 September 2007

1. Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon
2. Seluruh Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin
3. Desantara Institute for Cultural Studies
4. Ma’had Aly Kebudayaan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon
5. KSS (Komunitas Santri Seniman)
6. KH. Syarif Utsman Yahya
7. Acep Zamzam Noor
8. Dr. Bisri Effendy
9. Haerussalim
10. Loubna Dzakia “Adhim
11. Edeng Syamsul Ma’arif
12. Baequni
13. Wangi Indria
14. Akbarudin Sucipto dan Amparan Jati
15. Grup Tarling Candra Kirana
16. Gembyung
17. Madinaj ar-Rasul
18. Genjring
19. Gambus
20. Macapatan (Bpk. Bambang)
21. Iwan (Pengamen Jalanan)
22. Seluruh Seniman
23. Seluruh Santri Se-Wil III Cirebon

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pengunjung

  • 170,489 hits

Kalender

September 2007
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

“Quotation”

"Invented traditions have significant social and political functions... The intention to use, indeed often to invent, them for manipulation is evident; both appear in politics, the first mainly (in capitalist societies) in business." (Eric Hobsbawm, The Invention of Tradition, 1996)

Peta Pengunjung

Top Clicks

  • None
%d bloggers like this: